pexels.com Pertanyaan sederhana ini tampak rumit untuk dipecahkan. Upaya untuk terus bisa konsisten menulis selalu menemui hambatannya. Bahkan blog ini-pun sudah lebih dari 4 bulan tidak terjamah lagi. Entah apa penyebab dari semua kegalauan ini. Sehingga tetiba semua komitmen yang terlanjur dibangun di awal untuk rutin menulis, roboh dalam tempo yang begitu singkat. Buat apa mengetahui asbab kehilangan gairah menulis? Bukankah ketika kita ingin menulis ya sudah, tulis saja. Nothing to lose, kalau kata orang. Saya juga sempat berfikir kesana, bahwa seharusnya kita menulis tanpa mengharapkan apresiasi. Namun, seibarat itu adalah penyakit, tentu akan lebih baik kita coba menganalisa apa faktor penyakit itu bisa mampir dalam tubuh kita. Awalnya saya berfikir, mungkin medium/platform untuk menulis mulai tidak bersahabat dengan penulis seperti saya. Dulu, setiap harim saya terus menyuarakan opini dalam status facebook dalam barisan paragraf sebagai curahan pemikiran yang riuh dalam...
Komentar
Posting Komentar